My Baby

My Baby

Thursday, 3 March 2011

Motivasi Belajar (Pengertian, Pentingnya, Jenis, dan sifatnya)

PENGERTIAN MOTIVASI BELAJAR
Pengertian Motivasi

Secara umum Motivasi merupakan suatu kondisi kejiwaan individu yang dapat mendorongnya untuk melakukan suatu aktivitas guna pemenuhan kebutuhan atau mencapai tujuan. Sedangkan menurut beberapa ahli:
1.       Tabrani Rusyam (1980:100) Motivasi adalah perbuatan energi dalam diri seseorang ditandai dengan timbulnya perasaan dari reaksi untuk mencapai tujuan.
2.       Soejono Trimo (1986:174) Motivasi pada hakikatnya merupakan suatu karakteristik atau suatu kepribadian yang cukup stabil sehingga setiap individu dipandang berbeda dari individu yang lain, termasuk orientasinya terhadap pekerjaan/tugasnya.
3.       Sardiman AM (1996:75) Motivasi adalah serangkaian usaha untuk menyediakan kondisi-kondisi tertentu, sehingga seseorang itu mau dan ingin melakukan sesuatu dan bila ia tidak suka maka akan berusaha untuk meniadakan atau mengelakkan perasaan tidak suka itu.
4.       Koeswara, 1989; Siagian, 1989; Schein,1991; Biggs dan Telfer, 1987. Motivasi dipandang sebagai dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia, termasuk perilaku belajar. Dalam motivasi terkandung adanya keinginan yang mengaktifkan, menggerakkan, menyalurkan, dan mengarahkan sikap dan perilaku individu belajar. 

Pengertian Belajar
Secara umum belajar adalah suatu proses yang menyebabkan perubahan dalam tingkah laku atau  kecakapan manusia, yang bukan disebabkan oleh proses pertumbuhan yang bersifat fisiologis.
Adapun pengertian belajar menurut beberapa para ahli:
1.      Ernest R. Hilgard dalam bukunya yang berjudul “Introduction To Psychology”. Belajar adalah suatu proses dimana ditimbulkan atau dirubahnya suatu kegiatan, karena mereaksi terhadap suatu keadaan.
2.      H. C. Witherington dalam bukunya “Educational Psychology” Mengemukakan bahwa belajar adalah suatu perubahan di dalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian atau suatu pengertian.
3.      Gagne, 2004. Belajar adalah sebuah sistem yang di dalamnya terdapat berbagai unsur yang saling terkait sehingga menghasilkan perubahan perilaku.
 
Pengertian Motivasi Belajar
Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa motivasi belajar adalah suatu daya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu (dalam artian belajar)  untuk mencapai suatu tujuan tertentu. 

PENTINGNYA MOTIVASI BELAJAR
Motivasi diperlukan dalam melakukan berbagai kegiatan, karena motivasi merupakan salah satu cara untuk fokus terhadap suatu tujuan yang telah ditetapkan. Begitu pula dalam hal belajar, motivasi juga sangat diperlukan dan dianggap sebagai suatu keharusan dalam mencapai tujuan belajar. Di mana untuk menuju tujuan belajar tersebut, motivasi berfungsi sebagai penyeleksi segala kegiatan yang kita kerjakan, yakni menentukan kegiatan yang bermanfaat guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan kegiatan yang tidak bermanfaat secara langsung terhadap tujuan yang telah ditetapkan.
Dengan kata lain motivasi yang diharapkan adalah sebagai motor penggerak dari setiap kegiatan proses belajar mengajar untuk menuju suatu tujuan tertentu. Semakin tepat pemberian motivasi, maka semakin mudah pula untuk menuju dan mewujudkan tujuan belajar yang bermuara akhir pada hasil pembelajaran berupa prestasi yang baik. Sehingga motivasi sangat dianggap penting dalam proses pembelajaran, baik peserta didiknya maupun pendidiknya.
Dalam segi peserta didik, motivasi belajar berfungsi sebagai berikut:
1.      Mendorong manusia untuk berbuat atau kegiatan yang akan dikerjakan
2.      Menentukan arah perbuatan yakni kearah tujuan yang hendak dicapai.
3.      Menyeleksi perbuatan yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan guna mencapai tujuan dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.
4.      Pendorong usaha dan pencapaian prestasi.

JENIS DAN SIFAT MOTIVASI
Jenis Motivasi
Secara umum jenis motivasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1.      Motivasi primer adalah motivasi yang didasarkan pada motif-motif dasar. Motif-motif dasar tersebut umumnya berasal dari segi biologis atau jasmani manusia sehingga perilakunya berpengaruh oleh insting atau kebutuhan jasmani. McDougall berpendapat bahwa tingkah laku terdiri dari pemikiran tentang tujuan, perasaan subjektif, dan dorongan mencapai kepuasan. Insting yang penting pada manusia adalah memelihara, mencari makan, melarikan diri, berkelompok, mempertahankan diri, rasa ingin tahu, membangun, dan kawin (Koeswara, 1989; Jalaludin Rachmat, 1991). 
2.      Motivasi Sekunder adalah motivasi yang dipelajari.  Sebagai ilustrasi, orang yang lapar akan tertarik pada makanan tanpa belajar. Untuk memperoleh makanan tersebut, orang harus bekerja terlebih dahulu. Agar dapat bekerja dengan baik, orang harus  belajar bekerja. “ bekerja dengan baik” merupakan motivasi sekunder.
 
 Jenis motivasi menurut pembagian dari Woodworth dan Marquis:
1.      Motif atau kebutuhan organis, misalnya: kebutuhan untuk minum, makan, bernafas seksual, berbuat, dan kebutuhan untuk beristirahat.
2.      Motif-motif darurat, antara lain: dorongan untuk menyelamatkan diri, dorongan untuk membalas, untuk berusaha, untuk memburu. Jelasnya motivasi jenis ini timbul karena rangsangan dari luar
3.      Motif-motif  objektif. Dalam hal ini menyangkut kebutuhan untuk melakukan explorasi, melakukan manipulasi. Motif ini muncul karena dorongan untuk dapat menghadapi dunia luar secara efektif. 

Sifat Motivasi
Sifat motivasi dibedakan menjadi dua:
1.      Motivasi Internal adalah motivasi yang bersumber dari dalam diri seseorang. Misalnya: Vicky ingin menjadi juara kelas. Atas dasar tujuan tersebut, Vicky berusaha untuk menjadi yang terbaik diantara teman-temannya. Contohnya: mengumpulkan tugas tepat waktu, aktif dalam diskusi kelas.
2.      Motivasi Eksternal adalah motivasi yang bersumber dari luar diri seseorang.
Misalnya: motivasi dari orangtua, motivasi dari guru, motivasi dari teman dan motivasi dari yang lain. Sebagai contoh, Orang tua memberikan arahan kepada  anaknya untuk memilih jurusan yang tepat sesuai dengan kemampuan atau bakat yang dimilikinya.




No comments:

Post a Comment

Post a Comment